P2KP bukan hanya sekedar Program Penanggulangan Kemiskinan,                                            akan tetapi ikut berpartisipasi pada proses rekonsiliasi masyarakat Kota Ambon pasca konflik kerusuhan sosial.


(Oleh: Iik Tohara)

Tidak terasa pendampingan PNPM Mandiri Perkotaan di Provinsi Maluku khususnya di kota Ambon telah berjalan 4 tahun Lebih, seperti diketahui PNPM Masuk pertama kali ke Kota Ambon ibukota provinsi Maluku pada pertengahan tahun 2006 di dahului oleh program Pilot Project di 4 Lokasi sasaran yaitu Kel. Batu Gajah (Mewakili Komunitas Kristen), Kel. Waihaong (Mewakili Komunitas Muslim) dan Kel. Honipopu serta Kel Urimessing (Heterogen, 2 Komunitas)  , dulu PNPM masih bernama P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan). Jarang sekali  ada program yang berjalan begitu lama, berlangsung kontinyu sampai sekarang selain PNPM Mandiri Perkotaan ini.

Pada awalnya tahun 2006 pertama kali memasuki Kota Ambon dipenuhi rasa takut dan Was-was..... Maklum kota ini termasuk kota terparah di Provinsi Maluku terkena kerusuhan sosial bernuansa SARA, (Tahun 2004 - 2005 kerusuhan baru mereda)..... dalam perjalanan dari Bandara Udara Pattimura (Letaknya sekitar k.l 35 KM dari pusat Kota) menuju pusat kota masih terlihat jelas sepanjang jalan  puing-puing bekas keusuhan, tempat2 pengungsian kumuh, sampah2 berserakan di mana-mana menambah suramnya Kota ini (tidak bisa dibayangkan betapa dahsyat kerusuhan ini terjadi, Ya Allah semoga kerusuhan ini sampai di sini saja dan tidak terulang kembali di seluruh pelosok Nusantara tercinta ini.... Amiiiin).

Pada awalnya ada perasaan tidak yakin bahwa Program PNPM (P2KP) ini bisa berhasil mengingat kondisi psikologis masyarakat kota Ambon yang sedang jatuh, rasa saling curiga antar dua komunitas masih begitu terasa baik di tingkat Masyarakat maupun di tingkat instansi pemerintahan Kota maupun Provinsi. Hal demikian wajar karena rasa trauma sedang melanda masyarakat Kota ini. Sebenarnya Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Organisasi Swadaya Masyarakat  telah bekerja sangat keras memulihkan kondisi masyarakat Kota ini, berbagai kegiatan dilaksanakan baik lewat kegiatan-kegiatan pembangunan inrastruktur, Peningkatan Ekonomi, kegiatan Sosial,  adat dan  budaya,  mendatangkan artis Lokal dan Ibu Kota dsb. Akan tetapi usaha keras tersebut ternyata belum bisa secepatnya menghapus trauma dan rasa curiga satu sama lain.

Kondisi tersebut bisa dibaca dari  kondisi masyarakat yang mulai mengkotak-kotakkan dirinya menurut komunitasnya masing-masing (Masyarakat merasa tidak nyaman bila hidup berdampingan dengan bukan komunitasnya)  sehingga kita dengan mudah tahu  mana wilayah komunitas A, dan mana komunitas B. Disamping itu dibeberapa lokasi tertentu masih banyak terdapat pos-pos keamanan baik dari pasukan organik maupun BKO (kami sebagai orang luar merasakan kehadiran Pos keamanan tersebut bukan hanya untuk  menjaga keamanan akan tetapi karena memang kondisi memang belum aman 100%)   Rasa Trauma dan ketakutan juga tergambar ketika dilakukan penempatan tenaga Fasilitator Kelurahan (Pendamping Masyarakat untuk Program PNPM), ada beberapa penolakan halus ketika yang bersangkutan ditempatkan  di desa/Kelurahan yang bukan termasuk komunitasnya ada semacam kegetiran dan kengerian dari Fasilitator ketika mendapat tugas di suatu wilayah. Hal tersebut semakin terkuak ketika ditanya alasan kenapa ybs merasa berat ditempatkan di lokasi tersebut.  

Banyak hal menarik yang bisa ditarik pada proses awal kegiatan P2KP (PNPM) di Kota Ambon, dari beberapa diskusi dengan beberapa orang Relawan terungkap betapa program ini ikut mencairkan hubungan antar komunitas yang bertikai ke arah yang lebih baik, Porkorus Durganata (Relawan Batu Gajah) mengatakan : “Sebelumnya saya nggak pernah berani pergi masuk   ke Wilayah Kelurahan Waihaong karena masih ngeri dan trauma dengan peristiwa kerusuhan yang lalu akan tapi lewat program P2KP ini saya bisa mengikuti Pelatihan Bersama, Coaching-coaching bersama relawan dari Kelurahan lain, akhirnya rasa takut itu lambat laun hilang dan sekarang pulang malampun dari kegiatan-kegiatan P2KP di Kelurahan lain saya sudah tidak takut lagi”.

Anto Manggala : “ Saya sangat bersyukur karena dengan program ini saya bisa pergi ke 4 lokasi P2KP Pilot dengan tenang padahal sebelumnya saya nggak berani pergi apalagi sampai malam-malam begini”.

Masih banyak pernyataan senada dari relawan-relawan  lainnya yang menyatakan bahwa P2KP cukup membantu mencairkan hubungan antar 2  komunitas di 4 Kekurahan Pilot Project. Dengan serangkaian siklus masyarakat yang mengusung nili-nilai kemasyarakatan dan nilai-nilai universal ternyata sangatlah tepat untuk lokasi –lokasi bekas konflik dalam upaya mencairkan hubungan yang kaku antar komunitas.  

Sekarang di penghujung Tahun 2010, Keadaan Kota Ambon sudah semakin baik, pembangunan infra struktur semakin baik, roda perekonomian semakin meningkat, Hubungan sosial kemasyarakatan antar Komunitas semakin baik dan mesra kembali tentunya hal ini adalah hasil kerja keras dan kerja sama Masyarakat dengan stakeholder lainnya baik itu pemerintah, Swasta dan kaum peduli lainnya dalam menciptakan Kota Ambon Manise yang lebih baik.  PNPM sebagai sebuah Program Pemerintah dalam pengentasan Kemiskinan selain mampu menyumbang dana Pembangunan selama kurun waktu 4 tahun ini kepada masyarakat Kota Ambon dengan alokasi dana sebesar Rp. 23,760,000,000 (Baru terserap Rp. 19,840,000,000) bagi pembangunan infrastruktur, Sosial dan menggerakan roda ekonomi masyarakat  ternyata secara tidak langsung juga ikut berpartisipasi bersama-sama dengan stake holder lainnya menciptakan Kota Ambon yang Aman, Kondusif dan menghilangkan rasa Trauma masyarakat akan peristiwa menyedihkan konflik kerusuhan. 

“KSM TULIP  DAN  KELUARGA KECIL INVESTASI BANGSA”


Oleh:  Amie Chriswanto (SF Tim III Ambon)



Dinas Kesehatan Provinsi Maluku  mengadakan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-46 Tahun 2010 di Pelataran Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Jl Dewi Sartika Karang Panjang Ambon  (Jumat/12 November 2010). Tema HKN tahun ini adalah “Keluarga Sehat, Investasi Bangsa”. Tema ini diangkat karena keluarga yang sehat adalah investasi suatu bangsa bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif dan keluarga sehat berkaitan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di rumah tangga. Ada pesan-pesan penting yang harus disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan keluarga sebagai investasi bangsa, yaitu:

  1. Kesehatan harus dimulai dari rumah
  2. Gizi baik, anak tumbuh sehat dan cerdas
  3. Jadilah keluarga Sadar Gizi
  4. Ibu sehat, mampu memenuhi tugas dalam keluarga dan masyarakat
  5. Lindungi keluarga dari Narkoba dan HIV/AIDS
  6. Berperilaku sehat, cegah penyakit
  7. Bersama menjaga kesehatan diri, rumah, dan lingkungan
  8. Tetaplah sehat, jika sakit segera berobat
  9. Jadilah keluarga sehat, lebih produktif, dan berprestasi
  10. Kutanam, kupelihara pohon, lestari alamku
  11. Gunakan kelambu saat tidur agar terhindar dari gigitan nyamuk malaria di daerah endemis malaria

Moment paling menarik pada puncak peringatan tersebut adalah pemberian penghargaan kepada Pos Yandu terbaik se-Kota Ambon. Kali ini Pos Yandu yang mendapat penghargaan adalah Posyandu Tulip dari Kelurahan Honipopu. Piagam penghargaan diberikan langsung  oleh Sekda Provinsi Maluku Nn. ROS. FAR FAR, SH.MH kepada Ny. Deby Pattikawa selaku kader Pos Yandu dan juga sekaligus sebagai Koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM)  Mutiara Kelurahan Honipopu.



Pos Yandu Tulip ternyata salah satu dari sekian KSM yang mengakses bantuan dari PNPM-Mandiri Perkotaan di kelurahan Honipopu Kota Ambon, Pos yandu Tulip dengan bantuan dana BLM PNPM-Mandiri Perkotaan ternyata mampu memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat terutama Balita dan ibu di kel. Honipopu selain itu pos yandu ini berhasil mengembangkan dan meningkatkan potensi kader pos yandu guna mewujudkan kualitas keluarga kecil sejahtera di lingkup kelurahan Honipopu, Berkat pembinaan yang dilakukan PNPM Mandiri perkotaan lewat LKM Mutiara Kelurahan Honipopu  Pos Yandu Tulip telah melakukan pembenahan-pembenahan dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat miskin/ tidak mampu.
 



Selain itu Pos Yandu Tulip berkat kegigihan dan usaha yang tak kenal lelah dari para pengurusnya dan juga dukungan dari  LKM Mutiara, Ibu Kepala kelurahan Honipopu  serta stake holder lainnya telah berhasil melakukan chanelling dengan pemerintah provinsi Maluku. Chaneling tersebut direalisasikan oleh pemprov Maluku lewat lewat bantuan perlengkapan pos yandu yang diberikan kepada KSM Tulip ini.

KSM Tulip tidak menyia-nyiakan bantuan dari PNPM Mandiri perkotaan maupun bantuan dari Pemprov Maluku terbukti  60%  ibu hamil dan balita dari keluarga miskin di Kelurahan Honipopu telah diberikan imunisasi lengkap serta petunjuk pemberian asupan Gizi yang baik. Tentunya ini adalah hanyalah langkah awal yang perlu diapresiasi mudah-mudahan ke depan KSM Tulip bisa memberikan pelayanan 100% kepada masyarakat miskin khususnya ibu hamil dan balita. Secara tidak langsung langkah besar KSM Tulip ini turut mensukseskan program pemerintah dalam pencapaian target IPM MDG’s  yakni peningkatkan angka harapan hidup dan penurunan angka kematian ibu dan bayi. 
(Alamat KSM “ TULIP”: Jl Said Perintah Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau – Kota Ambon)


 
Make a Free Website with Yola.